
Menurunnya harga BBM premium sebesar Rp 500 ternyata tidak berlaku kepada dua jenis BBM lainnya yaitu solar dan minyak tanah yang masih menggunakan harga terdahulunya.harga solar kedepan masih tetap dilevel Rp 5.500 per liter dan minyak tanah berada diposisi Rp 2.500per liter.Bahwa turunnya harga BBM premium sebesar Rp 500 per liter merupakan langkah yang tepat ditengah anjloknya harga minyak mentah yang kini stabil dikisaran 60 dolar per barel.
Perlukah BBM turun saat ini?
Harapan sebagian besar masyarakat agar BBM turun ditanggapi secara baik (lebih bersifat politis menjelang 2009) oleh beberapa fraksi DPR. Fraksi PDI-P dan PKS sepakat untuk meminta pemerintah agar mau menurunkan harga BBM dengan alasan untuk meningkatkan daya beli masyarakat yang saat ini telah turun.
Masyarakat berharap jika BBM diturunkan, maka akan diikuti penuruan harga-harga kebutuhan pokok. Perlu disadari bahwa yang dibutuh masyarakat adalah dapat memenuhi kebutuhan hidupnya dengan layak.
Dampak positif penurunan BBM saat ini:
- Meningkatnya kesejahteraan masyarakat bermata pencaharian yang bergantung BBM.
- Turunnya BBM, diikuti menurunnya harga-harga kebutuhan pokok (harus ada regulasi pemerintah untuk menyesuaikan harga komoditas)
- Industri-industri kecil yang terpuruk karena resesi keuangan global dapat bertahan karena turunnya BBM sebagai komponen produksi.
- Meningkatnya daya beli masyarakat
- Sentimen positif oleh masyarakat maupun pihak pengusaha terhadap perekonimian Indonesia
Dampak negatif penurunan BBM saat ini:
- Berkurangnya penghematan BBM.
- Masyarakat golongan atas akan jauh merasa diuntungkan
- Penurunan BBM tanpa diikuti penurunan harga komoditas, hanya menguntungkan para pemilik komoditas, dan merugikan konsumen.
Kesimpulan
Dalam waktu dekat ini, sebaiknya pemerintah tidak menurunkan harga BBM, karena:
1. Tren harga minyak yang masih fluaktuatif.
Jika minyak naik lagi, akan terjadi polemik kenaikan BBM lagi. Sedabgkan kurs rupiah anjlok terhadap dolar, sehingga perbedaan masih relatif kecil.
2. Kecilnya dampak penurunan BBM secara langsung ke masyarakat umum.
Meskipun BBM yang murah untuk jangka panjang merupakan kebijakan pro-rakyat, namun untuk saat ini, jika terjadi penurunan harga BBM, harga komoditas dapat dipastikan tetap tinggi (karena berbagai faktor). Sehingga hanya akan menguntungkan sebagian pihak, namun masyarakat umum hanya memperoleh keuntungan yang kecil.
3. Anggaran pemerintah yang masih sangat dipengaruhi oleh BBM
Perubahan harga minyak, kurs dollar mempengaruhi harga BBM
4. Melakukan program ekonomi jangka panjang
Kelebihan dana karena berkurangnya “subsidi” dapat digunakan untuk mengatasi krisis finansial dan melaksanakan program ekonomi kerakyatan. Bukan dengan program BLT yang bersifat instan.
Jika, harga minyak dunia bertahan stabil di posisi 60-90 dolar per barel selama lebih dari 2 bulan dan kurs rupiah menguat dibawah level 9500, sudah seharusnya pemerintah menurunkan harga BBM demi kesejahateraan rakyat. Penurunan BBM ini haruslah memiliki dampak yang besar, dalam artian pemerintah semestinya menurunkan solar ke level Rp 4500 dan premium ke level Rp 5000. Jika tidak, penerunan BBM tidak akan berdampak besar terhadap ekonomi masyarakat kecil.
Hal utama saat ini adalah pemerintah melaksanakan kebijakan membangun ekonomi kerakyatan dengan mendukung usaha-usaha rakyat yang padat karya. Jika masyarakat memiliki usaha dan pendapatan, maka secara otomatis daya beli masyarakat meningkat. Gunakan anggaran untuk menumbuhkan pertanian, perkebunan, produk olahan maupun perikanan.
Selama fondasi ekonomi masyarakat rendah (penghasilan kecil ataupun penggaraun), walaupun harga BBM turun, mereke tetap saja tidak mampu membeli. Sedangkan, jika mereka berpenghasilan (bekerja atau memiliki usaha), mereka akan tetap mampu membeli barang kebutuhan.
semoga bermanfaat............





Tidak ada komentar:
Posting Komentar